Senin, 14 September 2015

MESIN PERANG, WAJIB MASUK TEMPAT IBADAH

/ Tidak ada komentar:

Lettu Inf TNI-AD Dody Masaoy (Foto.Doc. KARIBO)


Dobo,AI.- Jika Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD-red), masuk ke medan pertempuran untuk berperang, itu sudah biasa, karena memang mereka dibentuk khusus untuk tugas itu. Tapi yang paling unik jika Prajurit TNI-AD, yang digembleng menjadi mesin perang itu, diwajibkan beribadah rutin setiap waktunya tiba. Setiap Hari minggu, tidak ada satupun, Anggota TNI-AD Yonif 734/SNS, yang beragama Kristen berani untuk tidak masuk ke Gereja ikut ibadah minggu. Demikian halnya dengan Anggota yang beragama muslim saat shalat Jum’at tiba.
Ketika ditelusuri oleh media ini, ternyata para prajurit mesin perang yang bermarkas di Dusun Belakang Wamar, Desa Durjela, Pulau-pulau Aru, Kepulauan Aru itu, diwajibkan oleh Pimpinan mereka agar tekun beribadah dan membentuk spritualitas dalam diri mereka sebagai manusia tangguh secara lahir dan bathin. Bahwa memiliki tubuh yang kuat saja tidak cukup untuk membuat manusia menjadi hebat. Justeru tubuh yang kuat, jika ditopang dengan jiwa yang kuat, merupakan satu kesatuan kekuatan manusia yang tak terkalahkan dalam menghadapi setiap persoalan.
Wartawan media ini, ketika sedang mengikuti kegiatan Konven Peningkatan Spiritualitas Keluarga Pendeta Gereja Protestan Maluku (GPM-red) yang dilaksanakan oleh Klasis GPM Pulau-pulau Aru di Dusun Blakang Wamar, Desa Durjela, Sabtu (12/9) lalu, yang terlihat siaga untuk bantu pekerjaan warga Jemaat setempat selama kegiatan berlangsung, justeru puluhan prajurit TNI-AD Yonif 734/SNS yang kebetulan menjadi warga Jemaat setempat. Hal ini menjadi unik bagi kami yang melihatnya, karena mereka sangat setia menjaga hingga selesai kegiatan dini hari. Setelah semua peserta kegiatan beristirahat, barulah para prajurit itu bubar, kembali ke barak mereka yang berjarak kurang lebih 800 meter dari tempat kegiatan, untuk beristirahat juga.
Salah satu figur di balik semua nilai kebajikan yang ditanamkan kepada para prajurit itu, adalah Lettu (Inf) TNI-AD Dody Masaoy. Pria berperawakan tinggi dengan postur atletis ini, memiliki sikap yang supel, tapi tegas. Disegani anak buah, tapi disenangi masyarakat, itulah istilah tepat untuk menggambarkan pria rendah hati ini. Tak heran jika sukses demi sukses datang beruntun menghampiri hidupnya sejak diangkat sebagai Prajurit TNI-AD dengan pangkat Sersan, hingga kini telah berpangkat letnan. Good Luck, and Successfull for You, Liutenan Dody. You are The Best. (AI-01)

TAKUR MANGKAT, TUKAR IRWAN

/ Tidak ada komentar:


Prosesi Paripurna Pelepasan Jenazah Almarhum Jandris Barends, di Gedung Senayan Mini, DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, dihadiri oleh ribuan warga pelayat, Anggota DPRD Aru, Pemda, dan FKPD. (Foto.Doc. KARIBO)


Dobo,AI.- Setelah menderita sakit yang cukup lama, Jandris Barends, Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, dari Partai Hanura, Dapil Aru 1, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Kota Ambon. Almarhum Jandris Barends, dikenal luas oleh masyarakat di Kepulauan Aru, dengan sebutan Takur, atau tuan tanah ini, kabarnya meninggal akibat virus yang menyerang hatinya, hanya menyisakan 1,5 cm hati yang bersih dan bebas dari serangan virus itu.

Semasa hidupnya, Takur, dikenal selain sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kepulauan Aru, Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru Periode 2009-2014 dan 2014-2019, dirinya juga menjabat sebagai Kepala Desa Wangel selama dua periode. Selain jabatan di Partai dan Pemerintahan, Takur adalah penerus generasi orang tuanya, yang menguasai setengah bagian dari Pulau Wamar, tempat dimana Kota Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru, berada saat ini. Tak heran jika nama Takur menjadi cukup familiar di masyarakat Kepulauan Aru.

PASIEN RSUD CENDERAWASIH, MAKAN JAGUNG REBUS

/ Tidak ada komentar:
JOKOWI, PASTI MAKAN HATI
Jusuf Lanaji, Warga Desa Tungu, Korban Pembacokan, yang tercatat sebagai Pasien RSUD Cenderawasih Dobo. Setelah dilepas infusnya oleh petugas bertugas, tidak diberikan makanan lalu terpaksa pasien ini makan jagung rebus yang dibawa oleh keluarga dari rumah. (Foto.Doc. KARIBO)
Dobo,AI.- Sungguh malang nasib Presiden Jokowi dan Jusuf Lanaji (52). Betapa tidak, walau Jokowi sudah bersikeras agar program kesehatan untuk mengentas kemiskinan yang sudah terlanjur dikampanyekan dan diketahui publik luas, akhirnya kandas juga di tangan jajaran pelaksana program di tingkat bawah. Pasti Jokowi makan hati, jika mengetahui program Indonesia Sehat digagalkan anak buahnya sendiri. Demikian juga, Jusuf Lanaji, pria asal Desa Tungu, Kepulauan Aru, yang menderita akibat bacokan di dagu dan kepalanya, terpaksa harus makan jagung rebus, akibat miskin, dan tidak lagi diberikan makanan oleh petugas kesehatan yang bertugas jaga di ruang instalasi bedah, RSUD Cenderawasih, Dobo.
KAREL RIDOLOF LABOK (KARIBO). Diberdayakan oleh Blogger.

FOTO FACEBOOK